<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Nasionalime melahirkan sikap dan paham Liberal</title>
	<atom:link href="http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/</link>
	<description>Catatan Di Penghujung Zaman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 14:02:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: azahari</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-6602</link>
		<dc:creator>azahari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 19:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-6602</guid>
		<description>segenap kawan2 dari setiap komunitas intelijen untuk selalu siap sedia untuk tebarkan propaganda gelap terhadap semua musuh islam agar islam bisa selalu menjadi alat politik juga kekuasaan..... ingatkan selalu saudara2 sesama muslim agar selalu berpikir hitam-putih secara dikotomi.Supaya antara islam dengan non islam bisa selalu di-adu.... karena banyak umat islam yang buta terhadap segenap ideologi dunia... harap maklum karena islam itu tidak pernah melahirkan filsafat apapun...... idelogi islam hanya satu...perbanyak istri untuk nafsu buas kaum adam..... islam hanya alat bukan tujuan ( GusTy Alllooooh yang jadi tujuan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>segenap kawan2 dari setiap komunitas intelijen untuk selalu siap sedia untuk tebarkan propaganda gelap terhadap semua musuh islam agar islam bisa selalu menjadi alat politik juga kekuasaan&#8230;.. ingatkan selalu saudara2 sesama muslim agar selalu berpikir hitam-putih secara dikotomi.Supaya antara islam dengan non islam bisa selalu di-adu&#8230;. karena banyak umat islam yang buta terhadap segenap ideologi dunia&#8230; harap maklum karena islam itu tidak pernah melahirkan filsafat apapun&#8230;&#8230; idelogi islam hanya satu&#8230;perbanyak istri untuk nafsu buas kaum adam&#8230;.. islam hanya alat bukan tujuan ( GusTy Alllooooh yang jadi tujuan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: xatryajedi</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-178</link>
		<dc:creator>xatryajedi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 07:33:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-178</guid>
		<description>Muhammad Rachmat/pesantrend mengatakan, &quot;Mas xatryajedi, Bagaimana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?&quot;

Setuju banget Mas. Meski Anda dan saya tahu, ada kerja intelijen juga di jagat maya (bukan Maya-nya Ahmad Dani, tentu). Ngomong2 soal intelijen, kita sering baca bahwa sangat boleh jadi agen spionase itu adalah orang terdekat yang paling dekat dengan kita sendiri. 

Jim Bowie dikhianati sahabat terdekatnya. Dalam sebuah novel Leon Uris, Agen Andre Devereaux dikhianati oleh sahabat sekaligus atasnnya langsung. Revolusi oleh Salvatore Giuliano di Portugal juga kandas karena pengkhianatan kontraspionase oleh sahabat terdekat Salvatore.

Jarang perahu dibocorkan dari luar. Yang sering, perahu dibocorkan (ditenggelamkan) oleh orang dalam.

So, be careful man!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Muhammad Rachmat/pesantrend mengatakan, &#8220;Mas xatryajedi, Bagaimana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?&#8221;</p>
<p>Setuju banget Mas. Meski Anda dan saya tahu, ada kerja intelijen juga di jagat maya (bukan Maya-nya Ahmad Dani, tentu). Ngomong2 soal intelijen, kita sering baca bahwa sangat boleh jadi agen spionase itu adalah orang terdekat yang paling dekat dengan kita sendiri. </p>
<p>Jim Bowie dikhianati sahabat terdekatnya. Dalam sebuah novel Leon Uris, Agen Andre Devereaux dikhianati oleh sahabat sekaligus atasnnya langsung. Revolusi oleh Salvatore Giuliano di Portugal juga kandas karena pengkhianatan kontraspionase oleh sahabat terdekat Salvatore.</p>
<p>Jarang perahu dibocorkan dari luar. Yang sering, perahu dibocorkan (ditenggelamkan) oleh orang dalam.</p>
<p>So, be careful man!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: xatryajedi</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-177</link>
		<dc:creator>xatryajedi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 07:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-177</guid>
		<description>Kutub Selatan?

Maaf. Saya yakin Mas Muhammad Rachmat / pesantrend sejak awal mengerti maksud saya. 

Ketika mengatakan &quot;kungkungan nation&quot;, saya tidak mempersoalkan teritori. Nasionalisme tidak identik dengan teritorial maupun kewarganegaraan. &quot;Nasionalisme&quot; alias paham kebangsaan adalah ideologi, dan karenanya berkaitan dengan rasa, ide, cita-cita. Sedangkan teritori maupun kewarganegaraan adalah sesuatu yang kongkret. 

Saya kira, ada banyak orang yang telah meninggalkan nasionalismenya meski tetap berada di suatu wilayah dan memiliki ID-card wilayah tersebut.

Teman-teman Kristen kita bercita2 membangun &quot;Kerajaan Allah di muka bumi&quot;, yang dalam hal ini adalah di bumi Nusantara. Teman2 sosdem yang &quot;kiri&quot; bercita2 merubah keadaan yang kapitalistik menjadi sosialistik. Semua itu dilakukan tanpa melepaskan KTP Indonesia. Dengan telapak kaki yang tetap menjejak bumi indonesia. 

Sama seperti Nabi SAW dan para sahabat beliau melepaskan &quot;nasionalisme&quot; Mekkah dan membangun &#039;isme&#039; baru yang disebut Islam, sepuluh tahun sebelum mereka exodus ke &quot;Kutub Selatan&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kutub Selatan?</p>
<p>Maaf. Saya yakin Mas Muhammad Rachmat / pesantrend sejak awal mengerti maksud saya. </p>
<p>Ketika mengatakan &#8220;kungkungan nation&#8221;, saya tidak mempersoalkan teritori. Nasionalisme tidak identik dengan teritorial maupun kewarganegaraan. &#8220;Nasionalisme&#8221; alias paham kebangsaan adalah ideologi, dan karenanya berkaitan dengan rasa, ide, cita-cita. Sedangkan teritori maupun kewarganegaraan adalah sesuatu yang kongkret. </p>
<p>Saya kira, ada banyak orang yang telah meninggalkan nasionalismenya meski tetap berada di suatu wilayah dan memiliki ID-card wilayah tersebut.</p>
<p>Teman-teman Kristen kita bercita2 membangun &#8220;Kerajaan Allah di muka bumi&#8221;, yang dalam hal ini adalah di bumi Nusantara. Teman2 sosdem yang &#8220;kiri&#8221; bercita2 merubah keadaan yang kapitalistik menjadi sosialistik. Semua itu dilakukan tanpa melepaskan KTP Indonesia. Dengan telapak kaki yang tetap menjejak bumi indonesia. </p>
<p>Sama seperti Nabi SAW dan para sahabat beliau melepaskan &#8220;nasionalisme&#8221; Mekkah dan membangun &#8216;isme&#8217; baru yang disebut Islam, sepuluh tahun sebelum mereka exodus ke &#8220;Kutub Selatan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Rachmat</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-102</link>
		<dc:creator>Muhammad Rachmat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 10:25:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-102</guid>
		<description>hugy78 :
menurut saya pemahaman mas salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.

Muhammad Rachmat :
Ya namanya juga tafsiran. Bisa bener bisa tidak. Dalam pandangan Islam. Sikap nasionalisme adalah termasuk bentuk assobiyyah. Hadist yang menyatakan &quot; Cinta tanah air dan Bangsa merupakan sebagaian dari iman&quot;, dalam pandangan Ahli Hadist ternyata berderajat maudhu.  Walaupun sebenarnya Islam sendiri mengajarkan sebuah ketaatan kepada  para pemimpinnya. Islam dan Nasionalisme pernah ramai diperbincangkan. Dan ternyata dalam hal ini ajaran Islam telah mempunyai aturan tersendiri dalam mengelola negara. Cuma memang ada perbedaan cara  dengan Negara Liberal dan Negara Komunis/sosialis. Namun Bisa jadi Islam itu Nasionalis tapi belum tentu Nasionalis itu Islam..demikian mungkin kira-kira menurut pandangan mereka yang pro terhadap Paham Nasionalisme..Trimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hugy78 :<br />
menurut saya pemahaman mas salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.</p>
<p>Muhammad Rachmat :<br />
Ya namanya juga tafsiran. Bisa bener bisa tidak. Dalam pandangan Islam. Sikap nasionalisme adalah termasuk bentuk assobiyyah. Hadist yang menyatakan &#8221; Cinta tanah air dan Bangsa merupakan sebagaian dari iman&#8221;, dalam pandangan Ahli Hadist ternyata berderajat maudhu.  Walaupun sebenarnya Islam sendiri mengajarkan sebuah ketaatan kepada  para pemimpinnya. Islam dan Nasionalisme pernah ramai diperbincangkan. Dan ternyata dalam hal ini ajaran Islam telah mempunyai aturan tersendiri dalam mengelola negara. Cuma memang ada perbedaan cara  dengan Negara Liberal dan Negara Komunis/sosialis. Namun Bisa jadi Islam itu Nasionalis tapi belum tentu Nasionalis itu Islam..demikian mungkin kira-kira menurut pandangan mereka yang pro terhadap Paham Nasionalisme..Trimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hugy78</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-101</link>
		<dc:creator>hugy78</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 06:47:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-101</guid>
		<description>menurut saya pemahaman mas   salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk  membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya pemahaman mas   salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk  membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: RETORIKA</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-43</link>
		<dc:creator>RETORIKA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 17:15:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-43</guid>
		<description>@pesantrend

&quot;Nasionalisme Kenegaraan : Mengutamakan kepentingan negara sendiri (kewarganegaraan) baik secara sosial politik dan ekonomi (termasuk didalamnya kesejahteraan rakyat) menjaga dan melestarikan (budaya) dari (etnis) yang ada pada negara tersebut&quot;.

========================================
Sepertinya anda tidak memuat pernyataan saya yang satu ini - sehinggap penafsiranya yang berbeda. :(
========================================

Faham seperti ini justru jauh berbeda dengan paham Nasionalisme itu sendiri. Bahkan Liberal sendiri merupakan sebuah pilihan dari sebuah tatanan demokrasi. Untuk beberapa kasus justru terlalu liberal malah menjauhkan kita dengan Nasionalsime itu sendiri. 

Nasionalisme itu merupakan wujud kecintaan kita terhadap negara yang kita tinggali (di paspor kita) yang meliputi wawasan nusantara termasuk juga kecintaan kita terhadap (Budaya, Adat, Agama, SDA, SDM maupun Infrastrukturnya) 

Sehingga - pls jangan memotong2 postingan saya, karena nanti artinya malah berbeda!

@ xatryajedi

Keluar dari kungkungan nation ? Berati anda harus menanggalkan kewarganegaraan anda dan kemudian tinggal di kutub selatan, karena disitulah anda bisa lepas dari &quot;kungkungan nation&quot;
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Komentar Balik
pesantrend : &quot; Saya tidak memotong posting atau komentar yang anda sampaikan. Justru saya tampilkan utuh. Mungkin kesalahan membaca atau melihatnya. Coba diperhatikan kembali. Kepada xatryajedi apa mau tinggal di kutub selatan ?&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pesantrend</p>
<p>&#8220;Nasionalisme Kenegaraan : Mengutamakan kepentingan negara sendiri (kewarganegaraan) baik secara sosial politik dan ekonomi (termasuk didalamnya kesejahteraan rakyat) menjaga dan melestarikan (budaya) dari (etnis) yang ada pada negara tersebut&#8221;.</p>
<p>========================================<br />
Sepertinya anda tidak memuat pernyataan saya yang satu ini &#8211; sehinggap penafsiranya yang berbeda. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
========================================</p>
<p>Faham seperti ini justru jauh berbeda dengan paham Nasionalisme itu sendiri. Bahkan Liberal sendiri merupakan sebuah pilihan dari sebuah tatanan demokrasi. Untuk beberapa kasus justru terlalu liberal malah menjauhkan kita dengan Nasionalsime itu sendiri. </p>
<p>Nasionalisme itu merupakan wujud kecintaan kita terhadap negara yang kita tinggali (di paspor kita) yang meliputi wawasan nusantara termasuk juga kecintaan kita terhadap (Budaya, Adat, Agama, SDA, SDM maupun Infrastrukturnya) </p>
<p>Sehingga &#8211; pls jangan memotong2 postingan saya, karena nanti artinya malah berbeda!</p>
<p>@ xatryajedi</p>
<p>Keluar dari kungkungan nation ? Berati anda harus menanggalkan kewarganegaraan anda dan kemudian tinggal di kutub selatan, karena disitulah anda bisa lepas dari &#8220;kungkungan nation&#8221;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Komentar Balik<br />
pesantrend : &#8221; Saya tidak memotong posting atau komentar yang anda sampaikan. Justru saya tampilkan utuh. Mungkin kesalahan membaca atau melihatnya. Coba diperhatikan kembali. Kepada xatryajedi apa mau tinggal di kutub selatan ?&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: xatryajedi</title>
		<link>http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-30</link>
		<dc:creator>xatryajedi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 13:56:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/08/nasionalime-melahirkan-sikap-dan-paham-liberal/#comment-30</guid>
		<description>pertanyaannya, adakah alternatif untuk keluar dari kungkungan nation ? Ataukah harus ada semacam kekuatan besar untuk membuat dulu suatu tatanan baru, misalnya komunitas madinah ala Rasulullah SAW dan segenap sahabat beliau?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Komentar balik.
Muhammad Rachmat/pesantrend : Mas xatryajedi, Bagai mana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaannya, adakah alternatif untuk keluar dari kungkungan nation ? Ataukah harus ada semacam kekuatan besar untuk membuat dulu suatu tatanan baru, misalnya komunitas madinah ala Rasulullah SAW dan segenap sahabat beliau?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Komentar balik.<br />
Muhammad Rachmat/pesantrend : Mas xatryajedi, Bagai mana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
