Suatu kali ada sekelompok anak-anak yang bermain sepak bola yang berdekatan dengan pekarangan rumah seorang pengikut Syiah yang baru pindah. Seorang bapak yang menjadi penghuni rumah melihat anak-anak yang tengah bermain sepak bola sangat geram dan kesal.
” Mereka belum tahu, mereka belum tahu. Sungguh kurang ajar anak-anak ini !”, katannya.
Sibapak tersebut keluar dari rumah dan menghampiri anak-anak yang sedang bermain sepak bola sambil berteriak “hai, kalian kurang ajar ya. tak tahu diri dan tidak tau malu. Apa tidak tahu sejarah ?’.
Kontan anak-anak yang sedang bermain bola itu berhenti.
“Ada apa pa? Kami kan hanya main sepak bola. lagian ini kan lapangan umum apa bapak belum tahu”. Seorang anak menjawab.
“Dasar kurang ajar. hei kalian tiadak tahu yah . Bola itu ibarat menendang-nendang kepala Imam Husein. Dulu waktu dipadang karbala Imam husein kepalanya dipenggal. Kemudian ditendang-tendang kesana kemari”. Kata bapak tersebut.
Seorang anak yang lainnya bertanya,”Apa urusannya dengan kami ?. Kami kan sedang bermain bola”.![]()
Sibapak tersebut semakin geram kemudian masuk kerumah untuk mengambil golok. Kemudian keluar lagi dan merebut bola yang tadi dipakai untu bersepak bola. Kemudian Membelahnya menjadi dua. Setelah tebagi menjadi dua kemudian bola yang sudah tebagi dua itu dilemparkan. Sambil berkata : ” Dasar tidak tau malu, tidak hormat “.
Seorang anak yang agak cerdas dari kumpulan yang tadi sepak bola berkata ” Tuh bapak justru yang lebih tidak menghargai dan lebih tidak punya hormat. kami hanya menendang-nendangnya. Sedang bapak membelah dan melemparkannya”.
———————————————
Peringatan dari Yang Punya Situs: Terlarang mengcopy ini cerita. Karena Bisa Menimbulkan Salah Paham.
Pernah diposting beberapa hari yang lalu
@ Pesantrend
Kayaknya anda seorang Sunni yang nggak suka dengan Syiah ya?
Soalnya sepertinya anda anti banget dengan kaum Syiah?
FYI :
1.saya bukan syiah dan bukan pula sunni. di ktp saya sih tulisanya islam. Kalo dikafir kafirkan saya sih udah biasa kok.
2.sampai tahun 1953 di kerajaan saudi masih melarang permainan football
Btw, kaum Syiah (Iran) tim sepak bolanya jauh lebih maju lho dibanding kaum Sunni/Wahabi (Saudi)
————————————————————————————————————————-
Retorika : Kayaknya anda seorang Sunni yang nggak suka dengan Syiah ya?
Muhammad Rachmat : Kadang-kadang
Retorika : Soalnya sepertinya anda anti banget dengan kaum Syiah?
Muhammad Rachmat : Belum tentu.
Retorika :
FYI :
1.saya bukan syiah dan bukan pula sunni.
Muhammad Rachmat : Bukan Suni bukan Syiah. Jadi apa ?
Retorika : di ktp saya sih tulisanya islam
Muhammad Rachmat : Kalau Tulisan Islam Di KTP, Saya juga punya. Yang jelas KTP itu kartu Tanda Penduduk. Lumayan buat Tanda pengenal dan Syarat milih Presiden nanti.
Retorika : Kalo dikafir kafirkan saya sih udah biasa kok.
Muhammad Rachmat : Kalau anda dikafirkan ya wajar. Mungkin Anda seperti orang kafir.
Retorika : 2.sampai tahun 1953 di kerajaan saudi masih melarang permainan football
Btw, kaum Syiah (Iran) tim sepak bolanya jauh lebih maju lho dibanding kaum Sunni/Wahabi (Saudi)
Muhammad Rachmat : Pengamat Sepak Bola juga !
Dibilang orang kafir juga saya biasa aja kok. Buat saya agama merupakan hak dan kebebasan pribadi seseorang selama nggak ganggu dan nggak memicu terjadinya konflik sih nggak masalah.
Yap, agama saya yang lain namanya Arsenal FC huahahah - biar tambah di kafirkan!
Contoh produk dari orang yang jahil katrok….Ngapain juga sempet2nya, bikin hal yang sia-sia
Contoh produk dari orang yang jahil dan katrok. Ngapaun juga sempet2nya, bikin hal yang sia-sia. Ga lucu…
voxy :
Contoh produk dari orang yang jahil dan katrok. Ngapain juga sempet2nya, bikin hal yang sia-sia. Ga lucu…
voxy :
Contoh produk dari orang yang jahil dan katrok. Ngapaun juga sempet2nya, bikin hal yang sia-sia. Ga lucu…
—————
Muhammad Rachmat : jika ada orang jahil dan katrok bisa bikin produk. berarti hebat ! Cerita ini termasuk tingakatan tinggi. kalau orang yang biasa-biasa tidak akan mengerti.
makanya dikasih peringatan : Terlarang mengcopy ini cerita. Karena Bisa Menimbulkan Salah Paham.
Memang voxy harus baca sejarah….x
Ah kalau lihat linknya sich ini hanya leluconnya kaum Wahaby yang berkedok Salafy doang yang benci banget ama Syiah dan Sufi…lihat dan klik Manhaj atau akidahnya itu…!
Dari pada baca lelucon yang gak lucu kayak ginian, lebih baik baca-baca di blog wahabisme.wordpress.com , abusalafy.wordpress.com atau salafyindonesia.wordpress.com dech…
—————————————————————————————————————————-
Sehat : Ah kalau lihat linknya sich ini hanya leluconnya kaum Wahaby yang berkedok Salafy doang yang benci banget ama Syiah dan Sufi…lihat dan klik Manhaj atau akidahnya itu…!
Muhammad Rachmat : Saya bukan Wahaby, bukan salafi bukan pula syiah bukan pula sufi. Setiap yang memberi komentar dengan menyertakan URL nya saya simpan di Link.
Sehat : Dari pada baca lelucon yang gak lucu kayak ginian, lebih baik baca-baca di blog wahabisme.wordpress.com , abusalafy.wordpress.com atau salafyindonesia.wordpress.com dech…
Muhammad Rachmat : Sebelum anda memberitahu saya sudah tau ko. pernah berkunjung. situs-situs itu terlihat seperti TOM dan JERRY. Memang jika bukan seguru seilmu tak akan mengerti
@sehat :
Dari pada baca lelucon yang gak lucu kayak ginian, lebih baik baca-baca di blog wahabisme.wordpress.com , abusalafy.wordpress.com atau salafyindonesia.wordpress.com dech…
Pendekar berjubah hitam : hanya merebutkan yang belum pasti. Mereka sumber Fitnah
@Pendekar Berjubah Hitam :
@sehat
Dari pada baca lelucon yang gak lucu kayak ginian, lebih baik baca-baca di blog wahabisme.wordpress.com , abusalafy.wordpress.com atau salafyindonesia.wordpress.com dech…
Pendekar berjubah hitam : hanya merebutkan yang belum pasti. Mereka sumber Fitnah
——–
Antik : Betul semua yang dibahas oleh block-block tersebut adalah sumber Fitnah Besar yaitu musuh-2 Nabi dan kel. yang berkedok Islam dengan nama Wahabi Salafy dimana para tokohnya adalah keturunan Bani Umayyah Sang Pembasmi Keluarga Nabi
Sepakbola asalnya dari cina, kok!
kebanyakan prasangka itu bapak.
Darth Spitod :
Sepakbola asalnya dari cina, kok!
kebanyakan prasangka itu bapak.
Muhammad Rachmat :
Belum tau ya ini cerita…he..he ini cerita dari pesantren dulu !
permainan kok dihubung2kan ma sejarah… kasian para pemain sepakbola.. hehehe