Sekali waktu ada pengikut wahabi yang berkunjung kerumah seorang kiayi. Pengikut wahabi tersebut tersebut merasa kagum dengan banyaknya kitab-kitab berbahasa arab yang ada dirumah kiayi . Namun kekaguman tersebut menjadi luntur. Tatkala melihat dan membuka kitab-kitab milik pa kiayi tersebut disetiap
halaman depan kitab ada foto/gambar kiayi ukuran 4X6 yang tertempel sebagai tanda kepemilikan.
” Wah pak kiayi gimana nih dengan foto dan gambar ini. Yang ada disetiap halaman depan kitab. Bukannya terlarang?” Tanya pengikut wahabi tersebut.
Pak kiayi diam tidak menjawab.
“Nantikan dimintai tanggung jawab !”. pengikut wahabi tersebut menjelaskan
Pak kiayi pun tetap tidak menjawab.
Suguhan datang. Pak kiayi mempersilahkan pengikut wahabi tersebut untuk menikmati hidangan.. Hampir setengah jam pengikut wahabi tersebut berada dirumah Pak kiayi. Pak kiayi tidak menjawab setiap pertanyaan yang dianggap kritis oleh pengikut wahabi tersebut. Akhirnya pengikut wahabi tersebut berpamitan untuk pulang. Namun baru beberapa langkah setelah keluar dari rumah, pengikut wahabi itu kembali menemui pak kiayi.
” Aduh maaf pak kiayi, saya mau minta tolong ” kata pengikut wahabi tersebut
“kenapa de ” Tanya pak kiayi
“Ini, kayanya uang saya jatuh tadi. Kalau ada saya mau pinjam uang sebesar. 50.000,- untuk ongkos pulang”. kata pengikut wahabi tersebut
Pak kiayi pun menjawab “. Uang 50.000,- sih ada. Tapi gimana ya, Uang yang 50.000 untuk saya pinjamkan itu ada gambarnya. Gimana ade Mau ?
Dengan sedikit malu pengikut wahabi itu. menerima uang yang dikasihkan oleh pak kiayi sambil berkata’ ” tidak apa-apa, tidak apa-apa..
———————————————————————————————————–
Peringata dari Yang punya Situs : Terlarang untuk mengcopy dan menyebarkan ini cerita. Bisa menimbulkan salah paham.
Masa…!
Waduh, masih keuheul yeuh…
Ram-Ram Muhammad Berkata:
Waduh, masih keuheul yeuh
Muhammad Rachmat
Keun nulain mah nu beurat-beuratna….
Tah, nu kieu kedahna berdiskusi.
Asyik, sorry sundanya tidak begitu lancar, walaupun sudah 18 tahun di Bandung
—————————————————————————
Muhammad Rachmat : duduk satu meja. penting agar tidak saling curiga !
He he he, Eta cerita fiktif apa nyata? Klo cerita fiktif sebaiknya dihindari. Krn cerita fiktif=cerita bohong. Berbohong jangan dianggap remeh.
Klo Wahabi tulen pasti ga akan bingung.
Kesimpulan Wahabi jadi-jadian: Foto ada di KTP, SIM, gambar orang ada di uang. Kesimpulan: KTP, SIM, Uang haram harus dibakar.
Kesimpulan Wahabi tulen: dilihat maslahat sama madlarat, KTP, SIM, Uang tdk haram dan dipakai (fatwa ulama Wahabi tulen).
Istilah Wahabi dipinjem dari yg ga suka dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Ada-ada aja, he he he. Salam mas
@anas
Waah.. fatwa kok milih2, itu kan pak Yai nempelin foto buat identitas diri, ada maslahat tentu saja
@anas
Waah.. fatwa kok milih2, itu kan pak Yai nempelin foto buat identitas diri, ada maslahat tentu saja
Anas Fauzi Rakhman :
He he he, Eta cerita fiktif apa nyata? Klo cerita fiktif sebaiknya dihindari. Krn cerita fiktif=cerita bohong. Berbohong jangan dianggap remeh.
Muhammad Rachmat :
Yang jelas bukan Hadist. Namanya juga cerita. Tapi bisa jadi pelajaran
Anas Fauzi Rakhman :
Klo Wahabi tulen pasti ga akan bingung.
Muhammad Rachmat :
Aduh ada juga wahabi palsu !
Anas Fauzi Rakhman :
Kesimpulan Wahabi jadi-jadian: Foto ada di KTP, SIM, gambar orang ada di uang. Kesimpulan: KTP, SIM, Uang haram harus dibakar.
Muhammad Rachmat :
Nah ini yang membingungkan teh !
Anas Fauzi Rakhman :
Kesimpulan Wahabi tulen: dilihat maslahat sama madlarat, KTP, SIM, Uang tdk haram dan dipakai (fatwa ulama Wahabi tulen).
Muhammad Rachmat :
ya seperti itulah. Fatwa tidak harus Mengikat. Kecuali kalu didaerah sana. Dinegara yang dulu pernah perang dengan Irak selama 10 tahun. Ada Marja Taqlid disana…
Anas Fauzi Rakhman :
Istilah Wahabi dipinjem dari yg ga suka dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Muhammad Rachmat :
Kalau yang suka dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab apa ?
Anas fauzi Rakhman :
Ada-ada aja, he he he. Salam mas
Muhammad Rachmat :
Sama-sama. Kadang kita suka mengada ada.
———————————————————
Abaizzat :
Waah.. fatwa kok milih2, itu kan pak Yai nempelin foto buat identitas diri, ada maslahat tentu saja
Muhammad Rachmat :
Khan fatwa itu tidak mengikat. Keculia disana itu…
yup.. fatwa bisa berkembang, yang penting manfaat dan ngga ada justifikasi tentang keselamatan dan monopoli kebenaran…
Khayalan apa fitnah nih? Ada sandaran hadistnya nggak?
Enaklah jadi wahhaby tulen, semua hukum bisa diciptakan menurut manfaat dan madarat. Gambar yang di KTP, SIM, apalagi Uang ya ndak masalah karena ada manfaatnya. Apa ada madaratnya ? madaratnya sih gak usah dilihat bikin sebel kan liat madaratnya itu, manfaat aja yang diutamakan, biar manfaat wal barokah. Tetapi untuk foto yang di kitab pak kiayi jangan lihat manfaatnya madaratnya aja jadi tetap haram.
Kalau kawan-kawan (khusus yang wahhaby tulen lho) mau cari duit cepet dengan bisnis piara babi ya silahkan, pokoknya boleh yang penting ada manfaatnya.
Waduh piye toh iki kang, wahhaby kok ono-ono wae !
mas mbok kalo mau jadi muslim yg baik dan bener gaperlu saling hujat, jangan suka bikin cerita yg bernada fitnah, ingat nabi Muhammad SAW diturunkan kedunia untuk memberi contoh tauladan yang baik, nabi Muhammad SAW selama hidupnya tak pernah menyakiti hati orang lain (Muslim dan Non Muslim), dan ini SUNNAH, kenapa mas yang ngakunya ????? tulen kok kayak gitu, dikemanain SUNNAH Rosulullah tersebut? tolong dipelajari yang itu dulu baru yang lain2, jangan baru tahu huruf alif udah kayak yang paling benar sendiri, padahal tahu dasrnya juga ngga, cuma dapat cerita dari ustadz……. nuwun sewu ngritik……