Jafar Umar Tholib Lain dulu lain sekarang

Assalamualaikum wr.wb

Kepada Yth :
1. Para Pengaku Ahlussunah wal Jama’ah
2. Para Pengaku Salafiyun

Hal :
Tentang pernyataan Ustadz Jafar Umar Tholib

Dalam majalah Salafy edisi 5 tahun 5 , Dalam artikel yang berjudul , “Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah” , Ustadz Ja’far Umar Tholib menulis :

“Saya lupa dengan keadaan yang sesungguhnya mayoritas ummat di Indonesia yang tingkat pemahamannya amat rendah tentang Islam. Saya saat itu menganggap tingkat pemahaman ummatku sama dengan tingkat pemahaman murid-muridku. Akibatnya ketika saya menyikapi penyelewengan ummat dari As-Sunnah, saya anggap sama dengan penyelewengan orang-orang yang ada di sekitarku yang selalu saya ajari ilmu. Tentu anggapan ini adalah anggapan yang dhalim. Dengan anggapan inilah akhirnya saya ajarkan sikap keras dan tegas terhadap ummat yang menyimpang dari As-Sunnah walaupun mereka belum mendapat penyampaian ilmu Sunnah. Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak.”

Demikian Pernyataan Ustadz Jafar Umar Tholib. Semoga Anda Bisa Mengambil Ibroh dan pelajaran atas pernyataan beliau tersebut.

Wassalam.
www.Pesantrend.wordpress.com

Tembusan :
1. Ram Ram Muhammad
2. Imam Mawardi
3. Bustamam Ismail

——-

Pernah diposting tanggal 13 desember 2007 yang lalu

7 Tanggapan ke “Jafar Umar Tholib Lain dulu lain sekarang”


  1. 1 Ram-Ram Muhammad Desember 13, 2007 pukul 4:47 am

    Nah lho… Kumaha geuningan janten kieu? Kumaha Numutkeun para pangersa ti Salafy Wahabi? Urang antosan kumaha unggelna.
    —————————————————————————————————————————-
    Muhammad Rachmat : Duka tah ! sigana situs ieu can dikenal oleh para pangersa. Memang perlu promosi dulu.

  2. 2 anas fauzi rakhman Desember 13, 2007 pukul 5:59 pm

    “Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak”

    Saya agak janggal dengan kalimat ini. Waktu awal-awal ngaji salafy hal ini sudah saya pahami. Hanya kadang orang memfitnah bahwa Salafy itu suka mengkafirkan, menuduh ahlul bid’ah. Contoh: Salafy berpendapat bid’ah-nya perayaan maulid nabi terus muncul pernyataan NU dituduh sebagai ahlul bid’ah. Terus ketika Salafy berpendapat “termasuk perbuatan syirik orang yang berdoa meminta-minta kpd kuburan” terus dimunculkan persepsi salafy jamaah takfir.

    Ini semua krn kebodohan. Sedikit saya jelaskan tdk harus selalu org yg berbuat bid’ah itu ahlul bid’ah tapi harus ditegakkan hujjah dulu thdnya. Ada istilahnya justifikasi mu’ayyan (penetapan scr khusus). Sbgmn firman Allah yg berbunyi barang siapa yg tdk berhukum dg hukum Allah maka dia kafir, terus apakah kita katakan presiden RI kafir? tidak, hal ini(menetapakan seseorang itu ahlul bid’ah/kafir) ada tahapannya dan butuh ilmu.

  3. 3 anas fauzi rakhman Desember 13, 2007 pukul 6:00 pm

    Punten menawi comment-na panjang pisan

  4. 4 anas fauzi rakhman Desember 13, 2007 pukul 6:11 pm

    Nambahi deui,
    Saya sudah mengikuti manhaj salafy sejak 7 tahun, memang banyak perubahan. Terutama masalah sikap terhadapa masyarakat awam, dulu yg awalnya keras sekarang menjadi lembut. Hal ini disebabkan ustadz2 disana mulai beragam dlm menimba ilmu (dari beberapa syaikh).

    Sekedar info, insya Allah akan ada dauroh di Bandung di masjid Al Ukhuwah tanggal 24/25 Des 2007; ormas, pemerintah akan diundang biar tahu apa sih salafy itu, apa benar salafy tukang mengkafirkan.

  5. 5 misterpopo Desember 14, 2007 pukul 12:00 am

    sependapat dengan kang fauzi, selama ini saya belom pernah mengetahui/mendengar bahwa dakwah salafi mengkafirkan2 seseorang/ormas.

    coba ditelisik lagi…

    *saya sendiri bukan salafy lho :peace:

  6. 6 . Desember 14, 2007 pukul 3:24 am

    Anas fauzi Rakhman :
    Punten menawi comment-na panjang pisan

    Muhammad Rachmat :
    Eta nu diharepkeun.

    Anas Fauzi Rakhman :
    Saya sudah mengikuti manhaj salafy sejak 7 tahun, memang banyak perubahan. Terutama masalah sikap terhadapa masyarakat awam, dulu yg awalnya keras sekarang menjadi lembut. Hal ini disebabkan ustadz2 disana mulai beragam dlm menimba ilmu (dari beberapa syaikh).

    Muhammad Rachmat :
    Itu yang saya harapkan

  7. 7 narimo Desember 17, 2007 pukul 3:38 am

    sekilas info……
    salam kenal,
    bagi yang ingin tahu dakwah yang mengkafir-kafirkan, ya carilah situs-situs salafi, banyak koq, dan hampir semua hobi main kafirkan orang, apalagi situs salafi malaingsia, wooooo…
    —————————————————–
    Muhammad Rachmat : Tapi tidak semua om narimo !


Tinggalkan Balasan




Santri Yang Kabur

  • 8,136 Santri

Obyektif – Hiburan – Tidak menebarkan kebencian

Perjalanan Waktu

Desember 2008
S S R K J S M
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031