” Ulama adalah pewaris nabi. Dan sesungguhmya diantara hamba-hamba yang takut kepada Alloh adalah Ulama”. Demikina terjemah dari sebuah hadist dan sebagian dari ayat Ayat Al Qur’an. dalam pandangan Imam Al Ghozali r.a Ulama terbagi menjadi dua bagian. Ada ulama su’u atau bisa disebut ulama dunia. Ada ulama Akherat. Jika melihat kaidah bahasa, kata Ulama merupakan bentuk jamak. Berasal dari kata Alama/Alima yang berarti “mengetahui”. Pada umumnya yang disebut dengan ulama adalah mereka yang berkecimpung dalam bidang agama. Mereka yang menyampaikan syariat Agama yang telah disampaikan oleh Alloh dan Rasul-nya. Dan memberikan fatwa-fatwa untuk kemaslahatan umatnya. Demikian gambaran umum tentang ulama. Hal ini memang tidak salah. Namu jika melihat kata dasarnya, siapa pun bisa disebut sebagai ulama asal punya dasar mengetahui. Jika demikian maka seorang ahli tehnik, ahli kimia, atau pun yang lainnya bisa juga meraka dikatagorikan sebagai ulama. Karena memang jika melihat hadist dan ayat al Qur’an yang disampaikan, ulama tidak disandarkan kepada mereka yang berkecimpung dalam bidang agama saja. Demikian pun dalam masyarakat kita, kita sering mendengar kata “alim” yang diartikan “tahu”. (hanya saja dalam bahasa sunda kata alim diartikan tidak mau). Maka untuk menyoroti hal ini kita bahas tentang ulama, serta kenapa pula dalam pandangan Imam Al Ghozali ada ulama su’u dan ulama akherat ?. (bersambung)
bismillah.. Assalamu’alaikumwarohmatulloho wabarokatuhu..
penulis artikel yang saya hormati.., mohon ma’af ya saya ada sedkt masukan tentang penyebutan radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya tazkiyah di atas merupakan hanya Allah subhanahu wata’ala khususkan kepada para shahabat saja yang mana mereka -semoga Allah subhanahu Wata’ala meridhai mereka- yang bertemu langsung dengan rasulullah salallahu ‘Alaihi Wasallam. dan setahu saya Imam ghozali itu bukan dari kalangan shahabat atau mungkin dari kalangan tabi’in dan atbau tabi’n. Wallahul Musta’an wallahu a’alm bishawab. semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati penulis.
Cinta nya seorang hamba kep para ulama,mrupakn suatu tanda cinta nya seorang hamba kep allah dn rasul nya.