Nasionalime melahirkan sikap dan paham Liberal

nasionalis :Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. (wikipedia)jenis nasionalisme :

Kewarganegaraan,Kenegaraan, Budaya, Etnis,Romantis dan Agama

Nasionalismes Saat ini :

Kenegaraan : Mengutamakan kepentingan negara sendiri (kewarganegaraan) baik secara sosial politik dan ekonomi (termasuk didalamnya kesejahteraan rakyat) menjaga dan melestarikan (budaya) dari (etnis) yang ada pada negara tersebut.

Sehingga Nasionalisme dianggap kata2 yang universal namun bila dijabarkan dalam kalimat ya yang itu tadi.

————————

“…Demikian komentar saudara Retorika, terhadap tulisan saya sebelumnya yang berjudul Koreksi, siapa seorang nasionalis itu. Namun dalam hal ini, akhirnya dengan sikap Nasionalisme yang dianut akan pula melahirkan paham-paham lain. Seperti Liberal misalnya. Dimana liberal merupakan sebuah paham kebebasan yang semaunya. Tak mengenal batas dan aturan. Adapun nanti jika disandingkan kedua paham tersebut maka akan lahirlah paham atau konsep ” Nasionalis-Liberal “. Dalam pandangan Islam bisa jadi sikap nasionalisme merupakan bentuk Asobiyyah atau kesukuan yang terlarang. Demikian pula dengan Liberal, sebuah paham kebebasan yang bebas tanpa mengenal batas dan aturan. Kemudian jika nantinya Nasionalis dan Liberal menjadi sebuah paham atau konsep yang dianut, maka mereka yang menganut paham ini justru akan melakukan tindakan-tindakan serta penafsiraan-penafsiran yang semaunya sekalipun terhadap agama yang dianutnya. Dan jika saja Nasionalis dan Liberal dijadikan asas sebuah partai, Maka akan lahir pula tafsiran yang kontradiktif dengan asas yang selainnya.

7 Responses to “Nasionalime melahirkan sikap dan paham Liberal”


  1. 1 xatryajedi Desember 8, 2007 pukul 1:56 pm

    pertanyaannya, adakah alternatif untuk keluar dari kungkungan nation ? Ataukah harus ada semacam kekuatan besar untuk membuat dulu suatu tatanan baru, misalnya komunitas madinah ala Rasulullah SAW dan segenap sahabat beliau?

    ——————————————————————————————————————————
    Komentar balik.
    Muhammad Rachmat/pesantrend : Mas xatryajedi, Bagai mana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?

  2. 2 RETORIKA Desember 10, 2007 pukul 5:15 pm

    @pesantrend

    “Nasionalisme Kenegaraan : Mengutamakan kepentingan negara sendiri (kewarganegaraan) baik secara sosial politik dan ekonomi (termasuk didalamnya kesejahteraan rakyat) menjaga dan melestarikan (budaya) dari (etnis) yang ada pada negara tersebut”.

    ========================================
    Sepertinya anda tidak memuat pernyataan saya yang satu ini – sehinggap penafsiranya yang berbeda.😦
    ========================================

    Faham seperti ini justru jauh berbeda dengan paham Nasionalisme itu sendiri. Bahkan Liberal sendiri merupakan sebuah pilihan dari sebuah tatanan demokrasi. Untuk beberapa kasus justru terlalu liberal malah menjauhkan kita dengan Nasionalsime itu sendiri.

    Nasionalisme itu merupakan wujud kecintaan kita terhadap negara yang kita tinggali (di paspor kita) yang meliputi wawasan nusantara termasuk juga kecintaan kita terhadap (Budaya, Adat, Agama, SDA, SDM maupun Infrastrukturnya)

    Sehingga – pls jangan memotong2 postingan saya, karena nanti artinya malah berbeda!

    @ xatryajedi

    Keluar dari kungkungan nation ? Berati anda harus menanggalkan kewarganegaraan anda dan kemudian tinggal di kutub selatan, karena disitulah anda bisa lepas dari “kungkungan nation”
    ————————————————————————————————————————-
    Komentar Balik
    pesantrend : ” Saya tidak memotong posting atau komentar yang anda sampaikan. Justru saya tampilkan utuh. Mungkin kesalahan membaca atau melihatnya. Coba diperhatikan kembali. Kepada xatryajedi apa mau tinggal di kutub selatan ?”.

  3. 3 hugy78 Desember 19, 2007 pukul 6:47 am

    menurut saya pemahaman mas salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.

  4. 4 Muhammad Rachmat Desember 19, 2007 pukul 10:25 am

    hugy78 :
    menurut saya pemahaman mas salah, baik berhubungan dengan sosial maupun agama, nasionalisme sendiri adalah bentuk kesatuan yang memuat dasar-dasar ideologi dan pandangan sebuah negara secara sistematis, sedangkan liberal adalah sebuah kebebasan sehingga tidak sistematis, sedangkan didalam agama, agama menyuruh umatnya / wajib hukumnya untuk membangun dan mempertahankan negara .disini secara tafsiran jelas bahwa agama juga memuat konsep nasionalisme. saya kuatir mas salah tafsir, trima kasih.

    Muhammad Rachmat :
    Ya namanya juga tafsiran. Bisa bener bisa tidak. Dalam pandangan Islam. Sikap nasionalisme adalah termasuk bentuk assobiyyah. Hadist yang menyatakan ” Cinta tanah air dan Bangsa merupakan sebagaian dari iman”, dalam pandangan Ahli Hadist ternyata berderajat maudhu. Walaupun sebenarnya Islam sendiri mengajarkan sebuah ketaatan kepada para pemimpinnya. Islam dan Nasionalisme pernah ramai diperbincangkan. Dan ternyata dalam hal ini ajaran Islam telah mempunyai aturan tersendiri dalam mengelola negara. Cuma memang ada perbedaan cara dengan Negara Liberal dan Negara Komunis/sosialis. Namun Bisa jadi Islam itu Nasionalis tapi belum tentu Nasionalis itu Islam..demikian mungkin kira-kira menurut pandangan mereka yang pro terhadap Paham Nasionalisme..Trimakasih.

  5. 5 xatryajedi Maret 7, 2008 pukul 7:13 am

    Kutub Selatan?

    Maaf. Saya yakin Mas Muhammad Rachmat / pesantrend sejak awal mengerti maksud saya.

    Ketika mengatakan “kungkungan nation”, saya tidak mempersoalkan teritori. Nasionalisme tidak identik dengan teritorial maupun kewarganegaraan. “Nasionalisme” alias paham kebangsaan adalah ideologi, dan karenanya berkaitan dengan rasa, ide, cita-cita. Sedangkan teritori maupun kewarganegaraan adalah sesuatu yang kongkret.

    Saya kira, ada banyak orang yang telah meninggalkan nasionalismenya meski tetap berada di suatu wilayah dan memiliki ID-card wilayah tersebut.

    Teman-teman Kristen kita bercita2 membangun “Kerajaan Allah di muka bumi”, yang dalam hal ini adalah di bumi Nusantara. Teman2 sosdem yang “kiri” bercita2 merubah keadaan yang kapitalistik menjadi sosialistik. Semua itu dilakukan tanpa melepaskan KTP Indonesia. Dengan telapak kaki yang tetap menjejak bumi indonesia.

    Sama seperti Nabi SAW dan para sahabat beliau melepaskan “nasionalisme” Mekkah dan membangun ‘isme’ baru yang disebut Islam, sepuluh tahun sebelum mereka exodus ke “Kutub Selatan”.

  6. 6 xatryajedi Maret 7, 2008 pukul 7:33 am

    Muhammad Rachmat/pesantrend mengatakan, “Mas xatryajedi, Bagaimana jika kita menyusun kekuatan..he..he, setuju ?”

    Setuju banget Mas. Meski Anda dan saya tahu, ada kerja intelijen juga di jagat maya (bukan Maya-nya Ahmad Dani, tentu). Ngomong2 soal intelijen, kita sering baca bahwa sangat boleh jadi agen spionase itu adalah orang terdekat yang paling dekat dengan kita sendiri.

    Jim Bowie dikhianati sahabat terdekatnya. Dalam sebuah novel Leon Uris, Agen Andre Devereaux dikhianati oleh sahabat sekaligus atasnnya langsung. Revolusi oleh Salvatore Giuliano di Portugal juga kandas karena pengkhianatan kontraspionase oleh sahabat terdekat Salvatore.

    Jarang perahu dibocorkan dari luar. Yang sering, perahu dibocorkan (ditenggelamkan) oleh orang dalam.

    So, be careful man!

  7. 7 azahari November 11, 2008 pukul 7:48 pm

    segenap kawan2 dari setiap komunitas intelijen untuk selalu siap sedia untuk tebarkan propaganda gelap terhadap semua musuh islam agar islam bisa selalu menjadi alat politik juga kekuasaan….. ingatkan selalu saudara2 sesama muslim agar selalu berpikir hitam-putih secara dikotomi.Supaya antara islam dengan non islam bisa selalu di-adu…. karena banyak umat islam yang buta terhadap segenap ideologi dunia… harap maklum karena islam itu tidak pernah melahirkan filsafat apapun…… idelogi islam hanya satu…perbanyak istri untuk nafsu buas kaum adam….. islam hanya alat bukan tujuan ( GusTy Alllooooh yang jadi tujuan)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Santri Yang Kabur

  • 22,958 Santri

Obyektif – Hiburan – Tidak menebarkan kebencian

Klik tertinggi

  • Tak ada

Perjalanan Waktu

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: