Sunni dan Syiah ibarat “Tom dan Jerry”

Dalam masalah prinsip Sunni dan syiah sampai kapan pun tak akan pernah bersatu. Karena prinsip adalah prinsip . Dulu pernah ada iklan rokok dengan motto “Prinsipku No 1. Bukan 2, 3 dan 4”. Ibarat Tom dan Jerry dalam film kartun, maka demikian pula dengan sunni dan syiah. Tak akan pernah akur. Walaupun banyak usaha untuk mempersatukannya. Sunni dan Syiah lahir akibat sejarah. yang dimulai oleh sekedar masalah suksesi kepemimpinan. Singkatnya selama dunia ini dihuni oleh lebih dari satu orang, jangan harap ada persatuan yang hakiki. Yang jelas manusia tak akan pernah berhenti untuk berselisih. Karena memang manusia senantiasa digoda oleh Harta, tahta, lawan jenis, syetan dan nafsu. Namun yang jelas bagaimana kita bisa bersikap lapang dada terhadap setiap perbedaan. ——————————————————————————————–
tulisan ini pernah diposting tanggal 8 desember yang lalu

15 Responses to “Sunni dan Syiah ibarat “Tom dan Jerry””


  1. 1 bayu Desember 8, 2007 pukul 11:17 am

    kalo semuanya sama dan monoton kaya’nya hidup ini kurang asyik euy,..
    dengan adanya perbedaan, manusia jadi lebih aktif untuk mencari kebenaran,..
    dont u thing so,..?

  2. 2 almascatie Desember 8, 2007 pukul 9:07 pm

    Sunni dan syiah sampaikapan pun tak akan pernah bersatu

    jika allah menghendaki apakah hal itu tidak mustahilkah?

  3. 3 Muhammad Rachmat Desember 9, 2007 pukul 3:40 am

    1. mas Bayu : kalo semuanya sama dan monoton kaya’nya hidup ini kurang asyik euy,..
    dengan adanya perbedaan, manusia jadi lebih aktif untuk mencari kebenaran,..
    dont u thing so,..?

    2. almascatie : jika allah menghendaki apakah hal itu tidak mustahilkah?

    3. Muhammad Rachmat/pesantrend : “Prinsipku No 1. Bukan 2, 3 dan 4, (moto iklan rokok prinsip dulu. mungkin masih ingat )

  4. 4 Kurt Desember 9, 2007 pukul 5:01 am

    bagus.. biarkan tom and jerry berlari2an dan bagi yang bkan tom dan jerry bukannya jadi laku nih ada “hiburan” alias menjadi ramailah dunia ini…

    ah namanya juga dunia penuh warna.. inilah nikmatnya dunia, jika satu saja.. nanti di akherat kali yaa..🙂
    salam
    —————————————————————————————————————————–
    Komentar balik.

    Muhammad Rachmat/Pesantrend : pak Kurt, Kan kata Achmad Akbar juga “DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA”. Walaupun sekarang beliau sedang terlibat kasus Narkoba.

  5. 5 Junarto Desember 9, 2007 pukul 9:01 am

    Menurut saya, pada tradisi hadis baik Syiah maupun Sunni memang ada permasalahan mendasar yaitu rekaman lisan yang ditulis. Pasti ada distorsi disebabkan oleh waktu dan periwayatan selama berabad-abad. Catatan sejarah kontemporer yang punya banyak ragam medium perekaman saja menghadapi kontraversi, apalagi teks-teks “lama” seperti ini.

    Kita tidak pernah berada “di sana,” tetapi hanya merujuk dari teks ke teks yang lain, sebuah realitas semu, bukan realitas itu sendiri. Itu persoalannya. Itulah sebab kita menemukan irasionalitas-irasionalitas. Saya bicara dalam konteks teks baik yang menjadi rujukan utama Sunni maupun Syiah.

    Saya sendiri memposisikan diri sebagai Muslim independen. Meskipun besar dalam tradisi Sunni, saya pernah berdikusi dengan kalangan Syiah. Dari mereka sendiri saya mengetahui bahwa di kalangan Syiah sebagaimana Sunni terdapat beberapa kelompok mulai yang radikal, moderat, maupun yang sekular.

    “Moderat” di sini dalam arti tidak memutlakkan tafsiran atas kebenaran, tetapi bersedia menerima sudut pandang yang berbeda secara harmoni. Karena kebenaran, bagaimanapun, hanya Tuhan yang tahu. Dan kavling surga kita, biarlah Tuhan yang menetapkan.😀
    ————————————————————————————————————————-
    1. Mas Junarto : Menurut saya, pada tradisi hadis baik Syiah maupun Sunni memang ada permasalahan mendasar yaitu rekaman lisan yang ditulis. Pasti ada distorsi disebabkan oleh waktu dan periwayatan selama berabad-abad. Catatan sejarah kontemporer yang punya banyak ragam medium perekaman saja menghadapi kontraversi, apalagi teks-teks “lama” seperti ini.

    2. Muhammad Rachmat : Betul. karena kita sudah lebih dari 15 abad yang lalu dari Rosululloh.

    3. Mas Junarto : Kita tidak pernah berada “di sana,” tetapi hanya merujuk dari teks ke teks yang lain, sebuah realitas semu, bukan realitas itu sendiri. Itu persoalannya. Itulah sebab kita menemukan irasionalitas-irasionalitas. Saya bicara dalam konteks teks baik yang menjadi rujukan utama Sunni maupun Syiah.

    4. Muhammad Rachmat : Benar. Namun kita perlu mengadakan apa yang disebut dengan studi kasus. Al Qur’an banyak yang mengotak-atik dalam perkara yang samar. Hingga Alloh swt menceritakan bahwa mereka adalah orang yang condong kepada kesesatan. Al hadist dalam artian sabda-sabda nabi banyak yang mengelompokan dan mengoreksinya. Demikian dengan teks dan karya manusia kita perlu kritis dan mengadakan studi kasus.

    5. Mas Junarto : Saya sendiri memposisikan diri sebagai Muslim independen. Meskipun besar dalam tradisi Sunni, saya pernah berdikusi dengan kalangan Syiah. Dari mereka sendiri saya mengetahui bahwa di kalangan Syiah sebagaimana Sunni terdapat beberapa kelompok mulai yang radikal, moderat, maupun yang sekular (sekuler : edit)

    6. Muhammad Rachmat : Yang jelas sifat dan sikap seorang muslim dalam hal ini pengikut muhammad saw adalah mereka yang : “Tegas kepada orang kafir. Berkasih sayang kepada sesama muslim. Dan dikeningnya terdapat bekas dan tanda-tanda sujud”. Adapun Masalah radikal, Moderat ataupun sekuler itu termasuk masalah sifat atau karakter pribadi. Jadi tidak ada yang namanya Islam Radikal, Islam Moderat atau Islam sekuler. Islam adalah Islam.

    7. Mas Junarto : “Moderat” di sini dalam arti tidak memutlakkan tafsiran atas kebenaran, tetapi bersedia menerima sudut pandang yang berbeda secara harmoni. Karena kebenaran, bagaimanapun, hanya Tuhan yang tahu.

    8. Muhammad Rachmat : Ya. Tapi menurut saya tidak ada Islam moderat. Islam adalah Islam. pengikut muhammad saw adalah adalah mereka yang :” Tegas kepada orang kafir. Berkasih sayang kepada sesama muslim. Dan dikeningnya terdapat bekas dan tanda-tanda sujud “. Tapi terjemah ayat ini suka disalah tafsirkan bahwa inilah dasar dari aliran Islam Moderat.

    9. Mas Junarto : Dan kavling surga kita, biarlah Tuhan yang menetapkan.

    10.Muhammad Rachmat : Ya. Tapi dari sekarang kita harus Mempersiapkannya. Banyak tiket untuk menuju kesana.
    ————
    keterangan : Muhammad Rachmat = Pesantrend

  6. 6 erander Desember 9, 2007 pukul 9:16 am

    Saya tertarik dengan istilah Muslim Independen yang mas Jun katakan. Apakah itu artinya .. muslim yang tidak memihak siapapun atau .. ??

    Suni dan syiah, mungkin tidak dapat dipersatukan. Tapi bukan berarti harus terjadi “pembantaian” bukan?? atau memang harus demikian ya??
    —————————————————————————————————————————-
    Mas erander : Saya tertarik dengan istilah Muslim Independen yang mas Jun katakan. Apakah itu artinya .. muslim yang tidak memihak siapapun atau .. ??

    Muhammad Rachmat : Muslim Independen ? janganlah nanti malah jadi pengikut Jaringan Liberal. Tetap Sebagai muslim kita harus punya prinsip. Seorang muslim tetap harus berpihak. Berpihak kepada kebenaran.

    Mas erander : Suni dan syiah, mungkin tidak dapat dipersatukan. Tapi bukan berarti harus terjadi “pembantaian” bukan?? atau memang harus demikian ya??

    Muhammad Rachmat : Yang jelas Sesama muslim terlarang untuk saling menumpahkan darah. Nanti bisa tanya sama Ajengan Ram-Ram.

  7. 7 Ram-Ram Muhammad Desember 9, 2007 pukul 4:28 pm

    @ erander
    Wah bagus tuh, Islam Independen. Nambah-nambah jumlah yang sudah ada. Ada Salafy, Ikhwany, Tabligy, Wahaby, Surury… Sekarang kita tambah Independeny… Soal bentuk dan manhajnya bagaimana, kita fikirkan belakangan… hehehe, yang penting masyhur.

    @ Kurt
    Iya, kita beratunya nanti di padang Mashyar saja ya Kyai Kurt..
    —————————————————————————————————————————-
    Komentar.
    Muhammad Rachmat : Bisa jadi Jaringan Islam Liberal sama dengan Muslim Independen. Dipadang mashyar Pabeulit. Jeung dibuligir.

  8. 8 RETORIKA Desember 10, 2007 pukul 3:35 pm

    “Namun yang jelas bagaimana kita bisa bersikap lapang dada terhadap setiap perbedaan”

    Saya pun setuju – tetapi yang saya masalahkan bisakah antara Sunni dan Syiah Berdamai tanpa saling ancam/kekerasan .

    YANG PENTING HIDUP BERDAMPINGAN DAN SALING DAMAI !!!
    —————————————————————————————————————————-
    Pesantrend : ” Akur. Berbeda jangan mau. Tapi kalau sudah berbeda jangan menghindar.

  9. 9 Bustamam Ismail Desember 12, 2007 pukul 12:47 am

    mengapa kita selalu melihat dari sisi negatif yang membuat akal sehat kita tidak berfungsi, dengan menganggap bola sama dengan kepala husein walaupun dulu ada tujuan untuk menghancurkan suatu rezim, itu issu politis ummat, mengapa dibawa kedalam aqidah!!
    —————————————————————————————————————————-
    Pa Kiayi Bustamam Ismail : mengapa kita selalu melihat dari sisi negatif yang membuat akal sehat kita tidak berfungsi, dengan menganggap bola sama dengan kepala husein walaupun dulu ada tujuan untuk menghancurkan suatu rezim, itu issu politis ummat, mengapa dibawa kedalam aqidah!!
    Muhammad Rachmat : Ini cerita dari pesantren dahulu. Namanya juga cerita pa. Kadang suka dijadikan issu politis. Untuk menghancurkan dan memojokan lawan. Untuk meraih dukungan dan mencari simpatisan pa kiayi !

  10. 10 dudukmanis Desember 21, 2007 pukul 6:27 pm

    Assalamualaikum Wr Wb

    Salam kenal Pak MR

    Setuju Pak MR..

    Saya siap lapang dada.. tapi gimana kalo mereka terus2an perang dalil , mengklaim diri sebagai yang paling benar, apakah kita harus lapang dada terus…

    Maksud hati sih ingin gak peduli, yang penting hubungan saya ke Allah SWT saya jalankan secara benar, tapi berdosakah saya ketika hanya terdiam melihat sesama muslim bertengkar??

    Saya perhatikan kontribusi muslim membantu sesama muslim kurang, lain halnya dengan Orang2 bule(tah apa agamanya) kalo mereka sudah terjun ke bidang sosial/kemanusiaan mereka tak peduli apa agamanya (intinya total dalam menolong)–ini menurut saya pak MR–

    Sepertinya mereka tidak bisa melihat manusia manapun tertindas(jgn samakan dengan kondisi invasi salah satu negara besar & sebuah negara yg berperang memperebutkan wilayah di timteng)

    Ada sebuah cerita Pak MR..
    “Mengapa orang-orang bule non muslim yang giat melakukan kemanusiaan di dunia pada akhirnya masuk neraka??”

    “Karena mereka tidak sanggup mendengar jeritan orang2 di neraka yang meminta tolong, makanya mereka masuk neraka untuk menolong” (Crashnovic A-Qareem)

    Sekian saja pak MR, Mohon maaf kalo kepanjangan & rada2 gak nyambung (namanya juga belajar) & mohon maaf sekali lagi jika nama Bapak saya singkat MR..

    Wassalam

    dudukmanis

  11. 11 savic Desember 27, 2007 pukul 4:17 am

    mending nonton Tom n Jerry di tipi ah.. lucu.. mereka kadang kejer2an kadang temenan, kadang… kadang….

  12. 12 orang asing Januari 12, 2008 pukul 9:57 am

    Itu kalau anda mengidentikkan persatuan dengan peleburan mas…padahal persatuan bukan mesti harus diartika peleburan.

    Kalau persatuan sama dengan peleburan maka antara mazhab-mazhab di Ahlusunah sendiri (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanbaliyah) gak bakal bisa bersatu, bahkan mustahil.

    Jadi apakah antara kelompok-kelompok muslim semuanya adalah kumpulan dari Tom-Tom dan Jerry-Jerry? Silahkan cari sendiri, mana saya yang tergolong umat Tom dan mana saja yang tergolong umat Jerry? Selamat menonton tayangan Tom dan Jerry di kehidupan beragama anda!

    Kalau begitu sich bukan hanya di Islam, di Kristen, Yahudi, Budha, Hindu…dsb juga bisa didapat mas. Ya silahkan, dunia ini adalah dunia Tom dan Jerry rupanya….(he he he he)

  13. 13 evanrama Februari 13, 2008 pukul 7:14 am

    sebenarnya apa iya perseteruan sunni-syiah benar2 seperti itu?
    jangan2 itu hanya propaganda media2 barat yg sengaja membentuk opini pblik bahwa islam itu terpecah belah dan terbagi bagi..so?

  14. 14 ichsan Mei 10, 2008 pukul 6:12 am

    Sunny-Syiah, mereka semua mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya.
    Mari kita lihat, caranya berbeda ?
    Mengapa bertengkar masalah cara, bukankah tujuan sama ?
    Mari periksa ke dalam diri, mungkin ada ego, krn hanya ego yang memunculkan bajwa hanya cara kita saja
    yang paling benar sehingga orang lain yang yang berbeda dengan qta salah.
    Saran kami, mari qta saling toleran dengan sesama. Kalau kaum Sunny ingin ke Allah dan RasulNya dengan mobil Mercy, silahkan. Demikian jg sebaliknya kalau kaum Syiah jg hendak kesana dengan kendaraan volvo, mengapa tdk boleh. Demikian pula sebaliknya. Jangan terlena dgn hanya menjelek-jelekkan kendaraan yang digunakan ? Wassalam

  15. 15 adhi Juni 3, 2010 pukul 10:41 am

    sepakat sunni-syiah bagai tom n jerry tom sunninya yang lbh besar dan dengki mau habisi syiah tapi sllu berbalik senjata makan tuan jerry adalah syiah yang di intimidasi ertekan tp sllu menang dengan kecerdasn dan intelektual heheehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Santri Yang Kabur

  • 22,958 Santri

Obyektif – Hiburan – Tidak menebarkan kebencian

Klik tertinggi

  • Tak ada

Perjalanan Waktu

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: